Justitia Avila Veda, Sosok Inspiratif Pendamping Korban Kekerasan Seksual
Oke, kita mulai dari cerita saat aku hamil.
Jumat, 25 Oktober 2019
Bangun tidur aku masih merasa payudaraku sakit. Ini sudah sekitar 2 minggu aku merasa sakit di payudaraku. Biasanya, setiap bulan aku merasakan ini hanya 1 minggu saja. Setelah 3 hari sakitnya hilang, biasanya aku langsung haid. Tapi ini sudah 2 minggu dan aku belum haid juga. Apa aku hamil? Oke, besok pagi kita testpack.
Sabtu, 26 Oktober 2019
Bangun tidur aku segera ke toilet. Segera aku testpack tanpa sepengetahuan suami. Tujuannya, tentu saja untuk surprise (jika hamil). Jika belum hamil, tidak begitu kecewa karena suami tidak tahu aku mencoba testpack. Lalu hasilnya...
TARAAA!!! NEGATIF. Hahaha.
Oke, mungkin sakit payudara ini akan hilang dalam beberapa hari lagi dan aku akan segera haid.
Jumat, 1 November 2019
Aku masih merasa sakit di payudaraku. Agak aneh memang, tumben sakit ini cukup lama dan aku masih belum haid juga. Apa aku hamil? Aku masih berfikir seperti itu. Baiklah, besok coba testpack lagi. Tentu saja, masih tanpa sepengetahuan suami.
Sabtu, 2 November 2019
Seperti seminggu lalu, bangun tidur aku segera ke toilet. Aku coba testpack lagi, sambil bersikap biasa saja. Yang sedang dalam kondisi 'kalau hamil alhamdulillah, kalau enggak ya gak apa-apa'. Lalu hasilnya...
TARAAA!!! POSITIF!!!
ALHAMDULILLAH AKU HAMIL!!!
Sesaat aku terdiam. Bersyukur. Tak terasa air mata menetes. Aku terharu.
Aku berfikir bagaimana memberi surprise ini pada suami. Aku bukan type orang yang pandai menyusun strategi surprise ala-ala cewek romantis. Aku juga berfikir, kalau aku memberikan langsung dan kita menatap testpack ini bersama, kita pasti bakal sama-sama nangis. Sama-sama bersyukur sambil terharu. Akhirnya aku menemukan cara yang enggak banget. Aku melemparkan testpack ke suami lalu aku menutup pintu dan aku pergi ke warung. Hahaha.
Kembali dari warung, aku melihat suamiku matanya berair. Dia habis menangis. Lalu dia menyuruhku untuk testpack ulang besok. Dia memintaku membeli testpack yang lebih mahal. Hahaha. Konyol!
Minggu, 3 November 2019
Testpack ulang aku lakukan saat bangun tidur. Hasilnya sama seperti kemarin, POSITIF!!! Suami mengajakku segera ke dokter untuk cek apa benar aku hamil atau tidak. Kita pun bergegas ke dokter.
Saat sampai klinik, aku ditanya sudah testpack berapa kali? Aku jawab 2 dan hasilnya garis 2. Lalu aku ditanya kapan terakhir haid? Aku diam sejenak. Tumben, aku tidak ingat kapan terakhir aku haid. Ini benar-benar tidak ingat. Lalu aku mengira-ngira, "Kalau tidak salah awal Oktober, Dok!". Dokterpun menghitung, dan menurutnya aku baru sekitar 3 minggu sejak haid terakhir. Kalau USG dilakukan sekarang, hanya akan terlihat kantung saja, belum bisa dilihat lebih detail tentang janin dan pertumbuhannya. Apa benar hamil, atau Blighted Ovum. Jika ingin tahu lebih jelas, disarankan untuk datang kembali melakukan USG sekitar 2 atau 3 minggu lagi. Lalu, aku dan suami pulang dengan berbekal harapan. Harapan aku benar-benar hamil. Kita masih harus menunggu sekitar 2 atau 3 minggu untuk tahu pasti. Sambil aku menjaga kondisi, sambil berdoa.
Jumat, 6 Desember 2019
Hari ini aku dan suami ke klinik untuk USG. Hitunganku, mungkin usia kandunganku sekitar 8 minggu. Ternyata setelah USG, baru ketahuan kalau usia kandunganku ternyata sudah 10 minggu. Janin sudah terlihat, dia sedang berbaring di rahimku. Saat mendengar detak jantungnya, aku dan suami terharu. Ya Allah, ini ya rasanya akan menjadi orangtua. Tak henti aku mengucap syukur dalam hati, dan tekad yang bulat dalam hati. Aku harus menjaga baik-baik janin dalam rahimku, aku harus selalu sehat, berusaha semaksimal mungkin agar bisa melahirkan normal agar pemulihan cepat. Karena aku hanya tinggal berdua dengan suami. Jauh dari orangtua, dan mertua sudah meninggal. Otomatis setelah melahirkan aku akan mengurus bayi sendiri, kalaupun ada yang membantu hanya hitungan hari. Sisanya, aku harus bisa sendiri. Dengan niat yang baik dan mempersiapkan mental, aku yakin aku bisa.
Komentar
Posting Komentar