Livable City di Indonesia
Setiap warga yang hidup di kota menginginkan hidup nyaman dan tinggal di tempat yang layak huni. Mendapatkan hidup nyaman dan layak huni merupakan hak setiap warga karena disanalah mereka tinggal dan melakukan aktifitas sehari-hari. Namun, banyak permasalahan yang membuat warga justru tidak nyaman hidup di kota. Seperti padatnya penduduk di kota serta semakin mudahnya kepemilikan kendaraan bermotor membuat kemacetan di kota semakin parah, kurangnya infrastruktur untuk warga beraktifitas, mudah rusaknya fasilitas umum hingga kerusakan lingkungan. Karena permasalahan kota tersebut, warga membutuhkan kota yang layak huni atau Livable City.
Apa itu Livable City?
Livable City atau Kota Layak Huni merupakan gambaran sebuah lingkungan dan suasana kota yang nyaman sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat untuk beraktifitas yang dilihat dari berbagai variabel baik fisik maupun non-fisik (Wheeler, 2004).
Kota layak huni tersebut memiliki konsep berkelanjutan, dimana semua aspek nya siap untuk menghadapi perubahan di masa mendatang. Bukan hanya sarana dan prasarana, tetapi kondisi lingkungan pun ikut mendukung untuk bisa mengikuti perubahannya.
Pada dasarnya, Livable city harus menyediakan berbagai fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan hidup sehingga bisa dikatakan layak huni, seperti :
1. Hunian yang layak : bersih, asri, tersedia listrik, air bersih, saluran pembuangan yang baik, ventilasi yang baik, lahan parkir, pedestrian
2. Terdapat fasilitas umum : fasilitas kesehatan, tempat beribadah, fasilitas pendidikan, lapangan olahraga
3. Terdapat ruang publik : Taman kota, area bermain anak
4. Terdapat area komersil : Pusat perbelanjaan, salon, restoran atau kafe, pusat kebugaran, dll
5. Keamanan yang terjamin
6. Akses jalan yang strategis
Bagaimana penerapan konsep pembangunan Livable City di Indonesia?
Sejauh ini sudah ada beberapa Livable City yang sudah memenuhi standar tercapainya tujuan Livable City itu sendiri. Dikembangkan oleh Sinar Mas Land, yang merupakan pengembang properti terbesar yang sudah berpengalaman di bidang properti dengan proyek paling beragam di Indonesia.
Sinar Mas Land kembangkan konsep Livable City dengan 4 pilar :
1. Live : Mengacu pada sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan hidup masyarakat, seperti: hunian, pusat perbelanjaan, ruang publik, akses jalan, dan keamanan.
2. Learn : Mengacu pada sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat, seperti: sekolah formal, sekolah vokasional, sekolah dasar hingga atas, serta universitas nasional dan internasional.
3. Work : Mengacu pada sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan profesional dan lapangan kerja, seperti: pusat perkantoran, green office, kota industri, serta area komersial.
4. Play : Mengacu pada sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan emosional dan rekreasi masyarakat, seperti: pusat olahraga, taman rekreasi, exhibition halls, hingga pusat kuliner.
BSD City, salah satu proyek terbaik dari Sinar Mas Land
Sinar Mas Land sudah berpengalaman mengembangkan Livable City. Beberapa proyek Township yang sudah dibangun seperti BSD City, Grand Wisata Bekasi, Kota Deltamas, dan Grand City Balikpapan. Selain mengembangkan proyek perkotaan, Sinar Mas Land juga sudah berpengalaman dalam proyek pembangunan perumahan (Balikpapan Baru, Banjar Wijaya, Taman Duta Mas Batam, dll), proyek industri komersial (BSD Techno Park, Greenland International Industrial City, dll), pusat perdagangan (ITC Mangga Dua, ITC kuningan, Plaza Indonesia, dll), hingga hotel, resort & golf (Damai Indah Golf BSD, Kota Bunga, Sedana Golf Karawang, dll).
Maka dari itu, penerapan konsep Livable City di Indonesia sudah cukup baik mengingat fasilitasnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup warga kota yang seharusnya. Serta perlunya kesadaran juga dari warga agar tujuan dari Livable City yang diharapkan bersama dapat terwujud dengan baik untuk jangka waktu yang sangat panjang. Kenapa kesadaran warga penting? Karena jika sudah tersedianya fasilitas yang lengkap dan baik, tetapi warga tidak bisa bekerja sama dalam menggunakannya atau merawatnya dengan baik, fasilitas yang ada akan lebih mudah rusak bahkan tidak bisa digunakan lagi. Contohnya, area taman yang asri dan rindang, jika warga tidak bisa bekerja sama merawatnya dengan baik seperti menginjak atau merusak tanaman, menginjak-injak kursi taman, hal itu akan merugikan warga yang lain.
Komentar
Posting Komentar