Justitia Avila Veda, Sosok Inspiratif Pendamping Korban Kekerasan Seksual

Gambar
Maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia tentunya membuat kita khawatir. Di Indonesia sendiri menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kasus pelecehan atau kekerasan seksual sudah mencapai belasan ribu. Terutama paling banyak di alami oleh remaja bahkan anak di bawah umur. Namun yang paling miris pelecehan dan kekerasan seksual tidak hanya di lakukan oleh orang lain tetapi oleh orang terdekat, bahkan ada pula yang dilakukan oleh  orang tua nya sendiri. Sebagai seorang perempuan saya merasa sedih dengan kejadian ini. Lalu, saat saya membaca artikel mengenai kasus pelecehan dan kekerasan seksual, saya menemukan sosok seorang wanita yang sangat inspiratif. Beliau adalah Justitia Avila Veda. Foto: kumparan Profil Justitia Avila Veda (Veda) adalah seorang pengacara perempuan yang mendedikasikan dirinya membentuk kolektif advokasi gratis khusus untuk korban pelecehan seksual. Nama Veda pertama kali viral pada Juni 2020 lalu. ...

#TAPLombaCeritaParents Menerapkan pola asuh "No Screen Time"

Di zaman yang serba canggih ini, sangat sering kita temui orang tua yang membebaskan anaknya bermain gadget. Bahkan sejak bayi sudah diberi tontonan dari ponsel. Tak jarang banyak anak bahkan bayi yang kecanduan menonton youtube, sampai ada yang ngamuk saat keinginannya tidak dipenuhi. Akhirnya anak memegang kendali, orangtua yang mengalah memberi kembali ponsel agar anak berhenti menangis atau ngamuk.

Sejak awal hamil, aku follow akun instagram the Asianparent dan mengunduh aplikasinya. Dari aplikasi ini aku banyak sekali mendapat ilmu, dari artikel maupun forum tanya jawab ibu lain yang lebih berpengalaman. Salah satunya yang menarik perhatianku itu tentang dampak gadget pada anakMencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Makanya aku mencegah agar Zico tidak ketergantungan pada gadget, apalagi di usianya yang masih sangat dini.

Setelah aku baca, salah satu dampak buruknya adalah speech delay (terlambat bicara). Banyak ibu yang mengeluhkan anaknya sudah usia 3 atau 4 tahun belum bisa bicara jelas, atau belum bisa menyusun kalimat sederhana. Setelah ditelusuri penyebabnya, karena anaknya diberikan gadget terlalu dini. Memperhatikan lingkungan sekitar pun memang cukup ngeri, anak yang ada di usia seharusnya banyak aktifitas fisik, terlalu asik dengan gadget. Entah itu hanya menonton, atau bermain game online.

Dengan niat yang kuat, usaha nya pun harus kuat. Sampai saat ini usia Zico 6 bulan, syukurlah Zico lulus no screen time ( no gadget,no TV ). Usaha yang aku lakukan untuk tidak memberikan gadget yaitu aku lebih sering berinteraksi dengan Zico. Lebih sering ajak ngobrol, tidak bermain ponsel di depan Zico atau hanya seperlunya saat membalas pesan penting, beraktifitas fisik membantu stimulasi tumbuh kembangnya dan menyanyikan lagu anak-anak seperti balonku, cicak di dinding, pelangi, dll. Tentunya usaha seperti ini harus kompak dengan suami. Saat dititip ke suami, jangan sampai suami memberikan ponsel saat menghentikan anak menangis. Entah kebetulan atau tidak, manfaat setelah melakukan ini, perkembangan kemampuan Zico sampai saat ini sudah sesuai dengan usianya. Zico sudah bisa tengkurap, bulak balik badan, mulai ngesot tahapan mau merangkak, sudah hampir bisa menyeimbangkan badannya ketika duduk tanpa disanggah ( walaupun masih agak roboh dan condong kedepan. Hehe ). Zico juga mau merespon ketika aku menyanyikan lagu anak-anak untuknya, walaupun tanpa musik dan suara fals. Haha.

Aku dan suami masih sama-sama belajar menjadi orang tua, mudah-mudahan kami tidak goyah dalam menerapkan pola asuh no screen time ini pada Zico. Semangat selalu buat orang tua lain diluar sana yang punya pola asuh yang sama denganku!

#theAsianparentindonesia #TAPLombaCeritaParents 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#SharingMamaZico Stimulasi

#SharingMamaZico Pinguecuela

MPASI Perdana Zico